BUMD Agrobisnis Banten Membuka Lowongan Kerja Tembus Hingga 1.036 Pelamar

BUMD Agrobisnis Banten Membuka Lowongan Kerja Tembus Hingga 1.036 Pelamar
Agrobisnis - PT Agrobisnis Banten Mandiri sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Banten membuka lowongan pekerjaan dan tembus hingga 1.036 orang pelamar.

Menurut Ilham Mustofa selaku Direksi Operasional PT Agrobisnis Banten Mandiri (ABM) mengatakan, dari banyaknya jumlah pelamar tersebut akan dipiih 10 orang terbaik untuk menempati posisi sekertaris perusahaan, group head business development, manajer keuangan, manajer teknologi dan informasi, project manager, general admin dan manajemen aset.

"Peluangnya 1 banding 100, ini merupakan keseriusan kami dalam membangun bisnis, apalagi tujuannya untuk kesejahteraan bersama." ucap Ilham, Selasa (17/11/20).

Proses pelamar kerja PT Agrobisnis Banten Mandiri dilakukan secara online dengan cara mengirim berkas melalui email. Hal tersebut terpapar pada pamflet lowongan pekerjaan PT Agrobisnis Banten Mandiri.

Diketahui PT ABM bergerak dibidang agrabisnis, pangan, pertanian, peternakan dan perikanan ini membuka pendaftaran lowongan pekerjaan sejak bulan lalu dan ditutup pada tanggal 27 Oktober 2020. 

Siapapun peserta dan pelamar yang memenuhi kriteria dan kualifikasi yang sesuai dengan yang dianjurkan oleh PT ABM, yang terbaik akan diproses lebih lanjut untuk mengikuti tahapan tes selanjutnya.

"Pengumuman dilakukan secara rahasia dan dihubungi melalui kontak masing-masing untuk seleksi tahap selanjutnya," katanya.

Menurut Ilham, proses rekruitmen pegawai ini untuk merampungkan struktur organisasi sebelum akhir tahun 2020, sehingga pada 2021 nanti PT Agrobisnis Banten Mandiri sudah dapat beroperasi secara penuh.

"Dengan demikian awal tahun nanti kita akan launching logo PT ABM juga," jelasnya.

Seperti yang diketahui PT ABM ini mempunyai visi untuk menjadikan Provinsi Banten sebagai lumbung peternakan dan pertanian, guna memenuhi kebutuhan pangan di pulau Jawa Bagian Barat.

"Jakarta dan Tangerang pasar yang menjanjikan sebenarnya, tantangannya yaitu menyatukan seluruh rangkaian produksi dari hulu ke hilir supaya bisa memberikan kesejahteraan bagi para petani maupun peternak dan produk bisa lebih terjaga baik jumlah maupun mutunya," tambah Ilham. 
Share :

Add New Comment

 Your Comment has been sent successfully. Thank you!   Refresh
Error: Please try again